| Bagaimana cara kita untuk menghindari penyakit hati?
Sesungguhnya amal yang diterima oleh Allah adalah amalan yang disertai dengan hati yang selamat (qalbun salim) yang kembali kepada Allah, sehingga tak ada kesombongan, takabur, iri, dengki, dan terbebas dari segala macam penyakit hati lainnya. Ketika kita memiliki qalbun salim, niscaya seluruh amal kita akan diterima oleh Allah. Ketika hati kita berpenyakit maka amalan kita akan sirna.
Iman Al Gozali membagi hati menjadi 3 macam, yaitu :
1. Hati yang selamat (qalbun salim)
2. Hati yang sakit
3. Hati yang mati
Ciri seseorang yang memiliki qalbun salim dia akan selalu berupaya menjaga kesucian hatinya. Ketika ada penyakit hati, dia akan senantiasa berupaya mengeluarkan penyakit hati ini dengan DZIKRULLAH, dengan banyak-banyak mengingat Allah. Ketika mulai muncul iri dalam hati, langsung diperbaiki dengan banyak-banyak istighfar. Ketika ada orang lain yang mendapatkan kenikmatan, tidak membuatnya iri, karena dia sadar sepenuhnya bahwa Allah membagi nikmat-Nya kepada makhluk dengan sangat adil. Seorang yang memiliki qalbun salim akan senantiasa tekun beribadah dan berbaik sangka kepada Allah. Ketika ada serangan penyakit hati dihadapi dengan banyak istighfar dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Seorang yang hatinya sakit pada suatu masa dia taat beribadah namun pada masa lain lalai. Imannya naik turun. Sedangkan seorang yang hatinya mati adalah dia yang selama hidupnya hatinya tak ada cahaya, hidupnya dipenuhi dengan perbuatan dosa, maksiat, dan durhaka kepada Allah, dan tak ada keinginannya untuk bertaubat hingga sakaratul maut tiba menjemputnya.
Untuk menyembuhkan hati yang sakit dan senantiasa menjaga kesucian hati adalah dengan menjalani kehidupan dengan ikhlas, sabar, syukur, dan senantiasa dzikir. Pagari hati dengan dzikir, perbanyak membaca tasbih, tahmid, dan tahlil, resapi dalam hati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jagalah hati agar selalu bersih, suci, bening, sehingga bisa merasakan getaran ketika mendengar ayat-ayat suci Alquran dikumandangkan. Ketika kita dzikir, mengingat Allah, maka Allah pun akan menurunkan malaikat-Nya untuk menjaga hati kita. Hal ini terasa ketika kita hendak sombong, seperti ada reminder dalam diri yang menarik kita untuk tidak sombong, sehingga kita merendahkan diri baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesama makhluk Allah. Lebih dari itu, setiap gerak langkah kita akan senantiasa dituntun untuk rendah hati.
Dalam sebuah hadits riwayat Nu’man bin Basyir Radiyallahu ‘anhu , Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Ketahuilah bahwasanya dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika baik segumpal daging itu, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan jika rusak segumpal daging segumpal daging tersebut, maka rusak pula seluruh tu-buhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.
(HR. Bukhari Muslim).
Maknanya, ketika hati kita sakit ada sifat sombong di dalamnya, maka akan tercermin dalam perilaku kita. Terlihat dari cara duduk, cara berpakaian, cara menggerakkan tangan dan kaki, ucapan pun akan menunjukkan sikap sombong.
Ketika kita diuji dengan adanya orang lain yang menyakiti kita, sudah jangan terus diingat-ingat. Lupakan. Sibukkan hati kita, pikiran kita dengan dzikir, mengingat Allah. Kerjakan aktifitas yang jauh mendatangkan manfaat dan kecintaan Allah. Serahkan segalanya kepada Allah. Mungkin Allah tengah menguji kesucian hati kita. Karenanya jaga lisan dan tindakan kita, hindari ghibah. Jika emosi, tahan, sebaliknya berikan contoh yang baik dengan perilaku yang baik. Balas keburukan dengan kebaikan. Tunjukkan perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pemberian contoh ini bisa menjadi jalan dakwah kepada kita sebagaimana rasul mencontohkan akhlaknya yang mulia sehingga banyak musuh yang terpesona oleh akhlak beliau sehingga berbalik mencintai dan menyayangi rasul.
Ingin terhindar dari penyakit hati?
Belajarlah dalam setiap apa yang kita lakukan kita niat ikhlas lillahi ta’ala. Banyaklah bersyukur dan banyak berdoa. Ketahuilah, seorang yang berpenyakit hatinya hanya akan sibuk menyiksa diri. Hati tersiksa karena iri, dengki, dan sebagainya yang hanya akan membuatnya capek. Sibukkan hati dan diri kita dengan mengerjakan amal sehingga hati akan semakin sujud suci di hadapan Allah.
Penyakit hati hanya akan menimbulkan penyakit fisik yang lain (ie. Stress, jantung, dll). Jika ada persoalan dalam hidup, sederhanakan, jangan mendramatisir ataupun melebih-lebihkan. Sesungguhnya yang berlebihan itu datangnya dari syetan.
Ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk menghindari gangguan syetan, yaitu :
1. Berdoa setiap kali akan melakukan aktifitas, dan yakinlah Allah akan mengabulkan doa kita, melindungi kita, menolong kita, dan menyelamatkan kita
2. Kesungguhan menyempurnakan ikhtiar
3. Berserah diri kepada Allah, semakin bersyukur dan bersungguh-sungguh mensucikan hati dengan dzikrullah
Ketika suatu saat kita diuji dengan pujian..ucapkan syukur Alhamdulillah. Resapi dalam hati bahwasanya segala pujian hanya milik Allah. Karena sesungguhnya Allah lebih tahu keburukan kita sehingga kita tidak pantas untuk dipuji, Allah lebih tahu betapa kita miskin amal, seharusnya pujian membuat hati kita menangis karena sesungguhnya hanya Allah lah yang berhak untuk dipuji. Sesungguhnya jika Allah tidak menutupi segala keburukan kita, niscaya kita akan terlihat sebagai orang yang hina.
Dalam Surat Ar-Rad, QS. 43:28 disebutkan bahwa
????????? ??????? ????????????? ?????????? ???????? ??????? ? ????? ???????? ??????? ??????????? ?????????? ????
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram
(Ar-Rad, QS. 43:28)
Maknanya dengan banyak mengingat Allah, maka Allah akan menentramkan hati kita, mencukupkan hati kita. Kita ingin ketentraman hati, Allah berikan ketentraman itu, kita ingin sabar, Allah berikan kesabaran, kita ingin bisa ikhlas, Allah akan menuntun kita untuk senantiasa ikhlas. Oleh karena itu hendaknya kita konsisten dalam dzikir, istiqomah dalam dzikir setiap saat sehingga kita akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat yang selalu siap untuk diuji Allah.
Selain dzikrullah, untuk membuat hati menjadi suci adalah dengan menyambung tali silaturahim dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah dengan istiqomah. Karenanya, kita akan mendapatkan pelajaran berharga. Dengan sering mengikuti tausiyah, kita akan sibuk mendekatkan diri kepada Allah karena sesungguhnya pada saatnya nanti kita akan kembali kepada Allah.
Kiat-kiat untuk bisa ikhlas adalah kita harus tanamkan dalam diri kita bahwa ikhlas itu adalah sesuatu yang mungkin dan mudah untuk dilakukan. Yakin bahwa Allah akan membantu kita untuk ikhlas dalam melaksanakan ibadah, menjalani kehendak, dan taqdir-Nya. Optimislah.
Coba kita simak Surat Alquran yaitu Surat Muhammad, QS. 47:28-29 dan Surat An-Nisa, QS. 4:32 berikut.
???????? ??????????? ?????????? ??? ???????? ??????? ?????????? ??????????? ?????????? ????????????? ???? ???? ?????? ????????? ??? ?????????? ??????? ??? ???? ???????? ??????? ????????????? ????
(28) Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. (29) Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
(Muhammad, QS. 47:28-29)
????? ???????????? ??? ??????? ??????? ???? ?????????? ?????? ?????? ? ???????????? ??????? ??????? ??????????? ? ????????????? ??????? ??????? ??????????? ? ??????????? ??????? ??? ???????? ? ????? ??????? ????? ??????? ?????? ???????? ????
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
(An-Nisa, QS. 4:32)
Dari kedua surat tersebut dijelaskan mengenai larangan kita untuk berpenyakit hati, iri, dengki dan penyakit-penyakit hati lainnya. Singkirkan penyakit itu jauh-jauh. Siap ya? InsyaAllah..dengan banyak-banyak dzikir kepada Allah, dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun. |