anomsuratno.net

My Patience

SMA 2 SALATIGA di Bawah Kepemimpinan Drs. Purwanto

1. Tidak ada bedanya antara yang mengajar 24 jam dengan yang mengajar 36 jam. Tidak ada pembeda, penghargaan yang diberikan kepada guru dengan alasan sertifikasi. Sebagai perbandingan, di sekolah-sekolah lain masih memberikan pembeda berupa honor kelebihan mengajar. Drs. Purwanto mengasumsikan aturan mengajar minimal 24, maksimal 40, sebagai alasan tidak berhak lagi menerima honor kelebihan mengajar. Di sisi yang lain, kepala sekolah dan wakasek yang hanya mengajar 12 jam dan jabatannya digunakan untuk memenuhi syarat sertifikasi 24 jam, mereka masih diberikan honor, dengan dalih beban kerja mereka lebih berat. Dengan kata lain tugas sampingan non wakasek dan mengajar dianggap lebih ringan.

Axis Internet memang hemat

Baru-baru ini saya sempat membandingkan beberapa paket Internet dengan menggunakan tiga provider GSM yaitu Telkomsel Flash, Axis dan 3. Ada beberapa hal yang menjadi perbandingan yaitu harga starter pack, kuota yang diperoleh dan jangkauan jaringan.
Dari ketiga hal tersebut dapat saya ambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Telkomsel Flash :

  • Harga starter pack Rp. 60.000,- dengan preloaded pulsa 50.000 yang dapat digunakan untuk Internet Unlimited selama satu bulan.
  • Kecepatan untuk 100M pertama adalah up to 384 kbps
  • Jangkauan Jaringan tidak perlu diragukan karena jaringan telkomsel yang begitu besar.

2. AXIS

  • Harga starter pack Rp. 2.000,- sampai dengan Rp. 5.000,- untuk nomor biasa dengan preloaded pulsa biasa Rp. 2.000,-
  • Kecepatan internetnya adalah 384 dengan jaringan UMTS/3G dan pada umumnya dapat tercapai.
  • Jangkauan jaringan telah mencapai jalur-jalur utama, sehingga bagi yang berada di wilayah utama tidak menjadi masalah.

3. 3 (Tri)

  • Harga starter pack untuk paket internet adalan Rp. 45.000,- dengan preloaded 1Gb untuk internet,  dengan preloaded pulsa biasa Rp. 3.000,-
  • Kecepatan internet dengan jaringan yang hanya GPRS cukup lambat sehingga anda punya waktu untuk bikin teh atau kopi menunggu halaman yang Anda buka benar-benar sudah diload.
  • Jangkauan di jalur utama dan hanya mengandalkan jaringan GPRS. 3G atau HSDPA hanya di kota-kota besar tertentu.

Setelah membandingkan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa AXIS adalah yang terhemat. Paket internet harian dapat kita peroleh dengan harga Rp. 1.000,- untuk kuota 10MB dan mendapatkan bonus internet 20 MB sehingga total Rp. 1.000,- untuk 20 MB. Atau paket bulanan 1 GB  hanya dengan Rp. 39.000,-.Kecepatan maksimalpun bisa diperoleh dengan jaringan 3G yang cukup kuat.
Sedangkan telkomsel flash yang notabene unlimited hanya memberikan kecepatan 384 kbps untuk 100 M pertama dan selebihnya 64 kbps. Tidak nyaman meskipun unlimited.
Sedangkan 3 secara harga paket memang lebih murah, dengan Rp. 45.000,- mendapat kuota 1GB dengan kecepatan maksimal dan setelah itu kecepatan 64 Kbps, namun dengan jaringan yang masih mengandalkan GPRS saja, akan membuang banyak waktu kita untuk menunggu. Apalagi kalau mau download.

Mencegah Penyakit Hati

Bagaimana cara kita untuk menghindari penyakit hati?

Sesungguhnya amal yang diterima oleh Allah adalah amalan yang disertai dengan hati yang selamat (qalbun salim) yang kembali kepada Allah, sehingga tak ada kesombongan, takabur, iri, dengki, dan terbebas dari segala macam penyakit hati lainnya. Ketika kita memiliki qalbun salim, niscaya seluruh amal kita akan diterima oleh Allah. Ketika hati kita berpenyakit maka amalan kita akan sirna.

Iman Al Gozali membagi hati menjadi 3 macam, yaitu :

1.    Hati yang selamat (qalbun salim)

2.    Hati yang sakit

3.    Hati yang mati

 

Ciri seseorang yang memiliki qalbun salim dia akan selalu berupaya menjaga kesucian hatinya. Ketika ada penyakit hati, dia akan senantiasa berupaya mengeluarkan penyakit hati ini dengan DZIKRULLAH, dengan banyak-banyak mengingat Allah. Ketika mulai muncul iri dalam hati, langsung diperbaiki dengan banyak-banyak istighfar. Ketika ada orang lain yang mendapatkan kenikmatan, tidak membuatnya iri, karena dia sadar sepenuhnya bahwa Allah membagi nikmat-Nya kepada makhluk dengan sangat adil. Seorang yang memiliki qalbun salim akan senantiasa tekun beribadah dan berbaik sangka kepada Allah. Ketika ada serangan penyakit hati dihadapi dengan banyak istighfar dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Seorang yang hatinya sakit pada suatu masa dia taat beribadah namun pada masa lain lalai. Imannya naik turun. Sedangkan seorang yang hatinya mati adalah dia yang selama hidupnya hatinya tak ada cahaya, hidupnya dipenuhi dengan perbuatan dosa, maksiat, dan durhaka kepada Allah, dan tak ada keinginannya untuk bertaubat hingga sakaratul maut tiba menjemputnya.

 

Untuk menyembuhkan hati yang sakit dan senantiasa menjaga kesucian hati adalah dengan menjalani kehidupan dengan ikhlas, sabar, syukur, dan senantiasa dzikir. Pagari hati dengan dzikir, perbanyak membaca tasbih, tahmid, dan tahlil, resapi dalam hati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jagalah hati agar selalu bersih, suci, bening, sehingga bisa merasakan getaran ketika mendengar ayat-ayat suci Alquran dikumandangkan. Ketika kita dzikir, mengingat Allah, maka Allah pun akan menurunkan malaikat-Nya untuk menjaga hati kita. Hal ini terasa ketika kita hendak sombong, seperti ada reminder dalam diri yang menarik kita untuk tidak sombong, sehingga kita merendahkan diri baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesama makhluk Allah.  Lebih dari itu, setiap gerak langkah kita akan senantiasa dituntun untuk rendah hati.

Dalam sebuah hadits riwayat Nu’man bin Basyir Radiyallahu ‘anhu , Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Ketahuilah bahwasanya dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika baik segumpal daging itu, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan jika rusak segumpal daging segumpal daging tersebut, maka rusak pula seluruh tu-buhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.

(HR. Bukhari Muslim).

Maknanya, ketika hati kita sakit ada sifat sombong di dalamnya, maka akan tercermin dalam perilaku kita. Terlihat dari cara duduk, cara berpakaian, cara menggerakkan tangan dan kaki, ucapan pun akan menunjukkan sikap sombong.

Ketika kita diuji dengan adanya orang lain yang menyakiti kita, sudah jangan terus diingat-ingat. Lupakan. Sibukkan hati kita, pikiran kita dengan dzikir, mengingat Allah. Kerjakan aktifitas yang jauh mendatangkan manfaat dan kecintaan Allah. Serahkan segalanya kepada Allah. Mungkin Allah tengah menguji kesucian hati kita. Karenanya jaga lisan dan tindakan kita, hindari ghibah. Jika emosi, tahan, sebaliknya berikan contoh yang baik dengan perilaku yang baik. Balas keburukan dengan kebaikan. Tunjukkan perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pemberian contoh ini bisa menjadi jalan dakwah kepada kita sebagaimana rasul mencontohkan akhlaknya yang mulia sehingga banyak musuh yang terpesona oleh akhlak beliau sehingga berbalik mencintai dan menyayangi rasul.

 

 

Ingin terhindar dari penyakit hati?

Belajarlah dalam setiap apa yang kita lakukan kita niat ikhlas lillahi ta’ala. Banyaklah bersyukur dan banyak berdoa. Ketahuilah, seorang yang berpenyakit hatinya hanya akan sibuk menyiksa diri. Hati tersiksa karena iri, dengki, dan sebagainya yang hanya akan membuatnya capek. Sibukkan hati dan diri kita dengan mengerjakan amal sehingga hati akan semakin sujud suci di hadapan Allah.

Penyakit hati hanya akan menimbulkan penyakit fisik yang lain (ie. Stress, jantung, dll). Jika ada persoalan dalam hidup, sederhanakan, jangan mendramatisir ataupun melebih-lebihkan. Sesungguhnya yang berlebihan itu datangnya dari syetan.

 

 

 

Ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk menghindari gangguan syetan, yaitu :

1.    Berdoa setiap kali akan melakukan aktifitas, dan yakinlah Allah akan mengabulkan doa kita, melindungi kita, menolong kita, dan menyelamatkan kita

2.    Kesungguhan menyempurnakan ikhtiar

3.    Berserah diri kepada Allah, semakin bersyukur dan bersungguh-sungguh mensucikan hati dengan dzikrullah

 

Ketika suatu saat kita diuji dengan pujian..ucapkan syukur Alhamdulillah. Resapi dalam hati bahwasanya segala pujian hanya milik Allah. Karena sesungguhnya Allah lebih tahu keburukan kita sehingga kita tidak pantas untuk dipuji, Allah lebih tahu betapa kita miskin amal, seharusnya pujian membuat hati kita menangis karena sesungguhnya hanya Allah lah yang berhak untuk dipuji. Sesungguhnya jika Allah tidak menutupi segala keburukan kita, niscaya kita akan terlihat sebagai orang yang hina.

Dalam Surat Ar-Rad, QS. 43:28 disebutkan bahwa

????????? ??????? ????????????? ?????????? ???????? ??????? ? ????? ???????? ??????? ??????????? ?????????? ????

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram

(Ar-Rad, QS. 43:28)

Maknanya dengan banyak mengingat Allah, maka Allah akan menentramkan hati kita, mencukupkan hati kita. Kita ingin ketentraman hati, Allah berikan ketentraman itu, kita ingin sabar, Allah berikan kesabaran, kita ingin bisa ikhlas, Allah akan menuntun kita untuk senantiasa ikhlas. Oleh karena itu hendaknya kita konsisten dalam dzikir, istiqomah dalam dzikir setiap saat sehingga kita akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat yang selalu siap untuk diuji Allah.

Selain dzikrullah, untuk membuat hati menjadi suci adalah dengan menyambung tali silaturahim dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah dengan istiqomah. Karenanya, kita akan mendapatkan pelajaran berharga. Dengan sering mengikuti tausiyah, kita akan sibuk mendekatkan diri kepada Allah karena sesungguhnya pada saatnya nanti kita akan kembali kepada Allah.

Kiat-kiat untuk bisa ikhlas adalah kita harus tanamkan dalam diri kita bahwa ikhlas itu adalah sesuatu yang mungkin dan mudah untuk dilakukan. Yakin bahwa Allah akan membantu kita untuk ikhlas dalam melaksanakan ibadah, menjalani kehendak, dan taqdir-Nya. Optimislah.

Coba kita simak Surat Alquran yaitu Surat Muhammad, QS. 47:28-29 dan Surat An-Nisa, QS. 4:32 berikut.

???????? ??????????? ?????????? ??? ???????? ??????? ?????????? ??????????? ?????????? ????????????? ???? ???? ?????? ????????? ??? ?????????? ??????? ??? ???? ???????? ??????? ????????????? ????

(28) Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. (29) Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?

(Muhammad, QS. 47:28-29)

????? ???????????? ??? ??????? ??????? ???? ?????????? ?????? ?????? ? ???????????? ??????? ??????? ??????????? ? ????????????? ??????? ??????? ??????????? ? ??????????? ??????? ??? ???????? ? ????? ??????? ????? ??????? ?????? ???????? ????

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

(An-Nisa, QS. 4:32)

Dari kedua surat tersebut dijelaskan mengenai larangan kita untuk berpenyakit hati, iri, dengki dan penyakit-penyakit hati lainnya. Singkirkan penyakit itu jauh-jauh. Siap ya? InsyaAllah..dengan banyak-banyak dzikir kepada Allah, dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun.

30 Cara Menjaga Hati

Untuk melembutkan hati yang keras ada 30 cara (diambil dari sini ):

30 Cara Melembutkan Hati

Hadis riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw.:
Rasulullah saw. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya

Kita tidak lalai akan do’a yang satu ini : “Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu”.

Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan “makanan-makanan” hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati… Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat berbagai macam persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.

Untuk itu, beberapa nashehat berikut patut kita renungi dalam upaya melembutkan hati. Kita hendaknya senantiasa:
1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.
2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah
itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan
syaithan.
4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.
5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang kita lakukan.
6. Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.
7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.
8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.
9. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.
10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita
lakukan.
11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut
dan lebih tajam dari pedang.
12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.
13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.
14. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak
bersyukur.
15. Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.
16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.
17. Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada
hari timbangan ditegakkan.
18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki
urusan ini kecuali pada Allah.
19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, karena terkadang riya’ itu
memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah
pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan
ucapan orang sholeh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal
orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.
20. Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak
seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.
21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.
22. Ketahuilah bahwa amal sholeh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah
daripada amal sholeh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan
dosa.
23. Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat
dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.
24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sehat.
25. Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran
dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahwa kita yang
sedang diusung.
26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita
sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan
menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap
mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan
mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.
27. Lihatlah dunia dengan pandangan I’tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan
mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.
28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita
sanggup menghadapi panasnya jahannam?
29. Di antara akhlak wanita mu’minah adalah menasihati sesama mu’minah.
30. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakana
kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal sholeh maka dia
jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik
sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”

Why I Use Ubuntu

These are the reasons why I use Ubuntu:

  1. I don’t need to buy it because it’s free.
  2. Worry free from viruses, trojans and malware.
  3. Make me learn new things related to Linux
  4. Supports from the community and Canonical